BPOM Pastikan Mutu Beras Haji Nusantara Ekspor Perdana Arab

Selasa, 24 Februari 2026 | 12:21:00 WIB
BPOM Pastikan Mutu Beras Haji Nusantara Ekspor Perdana Arab

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan bahwa Beras Haji Nusantara yang diekspor ke Arab Saudi memenuhi standar mutu dan keamanan tertinggi. 

Program ekspor ini bukan sekadar transaksi perdagangan, tetapi simbol kedaulatan pangan Indonesia yang menunjukkan kemampuan negara dalam menjaga kualitas produk strategis.

Menurut Taruna Ikrar, Kepala BPOM, “Program ini bukan sekadar aktivitas komersial, melainkan representasi kehadiran negara dan etalase kedaulatan pangan Indonesia untuk memberikan layanan terbaik, menjamin pemenuhan selera dan asupan nutrisi jemaah haji.” Dengan pengawasan ketat, BPOM bertujuan agar setiap tahap distribusi beras dari petani hingga pasar Arab Saudi tetap aman dan higienis.

Indonesia memiliki hubungan erat dengan Arab Saudi, salah satunya melalui kemitraan BPOM dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). 

Nota Kesepahaman antara BPOM dan SFDA terkait Pengawasan Kualitas dan Keamanan Obat dan Makanan telah berjalan sejak 2020. Kesepakatan ini menjadi fondasi penting untuk memfasilitasi akses produk pangan haji ke pasar Arab Saudi.

Standar Teknis dan Administratif yang Ditegakkan

BPOM menekankan kepatuhan terhadap persyaratan teknis dan administratif sebagai kunci keberhasilan ekspor. Proses pengawasan mencakup pre-market dan post-market control, mulai dari pemilihan beras, pengemasan, hingga pencantuman label.

“BPOM akan mengawal ketat kewajiban pencantuman label berbahasa Arab dan format tanggal kedaluwarsa, baik Gregorian dan/atau Hijriah, sesuai standar SFDA untuk mencegah risiko penolakan saat clearance,” ujar Taruna Ikrar. 

Langkah ini bertujuan agar Beras Haji Nusantara diterima tanpa hambatan di negara tujuan dan memberikan kepastian bagi eksportir.

Sinergi lintas sektor menjadi aspek penting. Pemeriksaan mutu tidak hanya dilakukan oleh BPOM, tetapi juga melibatkan instansi terkait, termasuk Perum Bulog sebagai penyedia beras. Dengan pengawasan terintegrasi, potensi penolakan di Arab Saudi dapat diminimalkan, sehingga ekspor perdana berjalan lancar.

Sinergi Lintas Sektor dan Koordinasi Pemerintah

Taruna Ikrar menghadiri Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan). Rakortas tersebut dihadiri 13 pimpinan dan perwakilan kementerian/lembaga, membahas strategi ekspor Beras Haji Nusantara ke Arab Saudi.

Tujuan utama program ini adalah memastikan ketersediaan pangan yang aman, higienis, dan sesuai dengan preferensi jemaah haji Indonesia. 

Pemerintah menargetkan pengiriman beras dari petani lokal agar lebih dari 200 ribu peserta haji dapat memperoleh beras berkualitas tinggi. Program ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan kepercayaan pasar internasional terhadap produk pangan Indonesia.

Selain itu, koordinasi lintas instansi memungkinkan pengawasan mutu dilakukan secara berlapis, mulai dari penanaman, panen, pasca panen, penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi. 

Proses ini mencakup uji mutu, sertifikasi keamanan pangan, dan pencantuman label sesuai standar internasional, sehingga kualitas beras tetap terjaga hingga tiba di tangan konsumen di Arab Saudi.

Peran Perum Bulog dalam Penyediaan Beras Haji

Pemerintah menugaskan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk memasok beras yang akan diekspor. Perum Bulog memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan pangan nasional, mulai dari penyimpanan hingga distribusi.

Menurut Menko Pangan Zulkifli Hasan, pemerintah berencana mengirim 2.280 ton beras sebagai ekspor perdana ke Arab Saudi. “Nanti lanjut akan ke Malaysia dan lain-lain, tapi perdana ke Arab Saudi. Tanggal 28 [Februari] ini sudah akan diberangkatkan,” ujarnya. 

Pengiriman ini menjadi langkah awal memperluas pasar internasional untuk beras haji Indonesia dan sekaligus memperkuat citra kualitas pangan nasional.

Ekspor ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan petani lokal. Dengan melibatkan petani dalam rantai pasok, mereka memperoleh nilai tambah dari produksi yang memenuhi standar internasional. 

Program ini memperlihatkan bagaimana pemerintah dan swasta dapat bekerja sama, menjaga mutu pangan, sekaligus memberdayakan petani.

Beras Haji Nusantara sebagai Etalase Kedaulatan Pangan Indonesia

Beras Haji Nusantara bukan sekadar produk konsumsi, melainkan simbol kehadiran negara di tengah masyarakat jemaah haji. Produk ini menunjukkan kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pangan strategis secara aman, higienis, dan berkualitas tinggi.

Kolaborasi BPOM, SFDA, Perum Bulog, dan instansi terkait menciptakan sistem pengawasan terpadu yang menjadi model ekspor pangan strategis. 

Dengan adanya standar mutu yang konsisten dan pengawasan ketat, Beras Haji Nusantara diharapkan tidak hanya sukses di Arab Saudi, tetapi juga menjadi rujukan untuk ekspor ke negara lain.

Keberhasilan ekspor ini diharapkan menjadi pintu gerbang memperluas pasar global untuk produk pangan Indonesia. Program ini sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat dan jemaah haji terhadap kualitas beras Indonesia. 

Integrasi pengawasan mutu, sinergi lintas instansi, dan pemberdayaan petani menjadi fondasi penting keberhasilan Beras Haji Nusantara.

Terkini