JAKARTA - Hubungan emosional antara Manchester United dan para legendanya nampaknya akan memasuki babak baru yang menarik. Wayne Rooney, pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub, baru-baru ini memberikan sinyal kuat mengenai potensi kepulangannya ke Old Trafford. Namun, berbeda dengan ekspektasi banyak orang yang membayangkan dirinya duduk di kursi kepelatihan utama, tawaran yang datang justru menempatkan sang legenda pada posisi yang berbeda. Langkah ini dipandang sebagai upaya klub untuk mengintegrasikan kembali nilai-nilai historis dan pengalaman pemain besar ke dalam struktur internal organisasi mereka.
Rooney, yang telah mencicipi asam garam dunia manajerial sejak memutuskan gantung sepatu, kini sedang dalam masa refleksi karier. Meskipun statusnya saat ini lebih banyak terlihat di layar kaca sebagai pengamat sepak bola, keterikatannya dengan Setan Merah tetap tak tergoyahkan. Kabar ini pun memicu spekulasi mengenai peran strategis apa yang bisa dijalankan oleh sosok yang akrab disapa "Wazza" tersebut dalam membantu perkembangan tim di masa depan.
Rekam Jejak Kepelatihan dan Masa Jeda Wayne Rooney
Perjalanan karier kepelatihan Rooney dimulai dengan tantangan besar. Rooney memulai karier kepelatihan sejak 2021 dengan menangani Derby County, kemudian melatih Birmingham City FC dan Plymouth Argyle FC di Divisi Championship. Pengalamannya di kasta kedua sepak bola Inggris tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kerasnya dunia manajerial. Selain di Inggris, ia juga sempat menangani klub MLS, D.C. United, yang semakin memperkaya perspektifnya sebagai juru taktik.
Pria berusia 40 tahun itu terakhir dipecat Plymouth pada Desember 2024 dan kini aktif sebagai pundit. Meski tengah menikmati perannya di media, hasrat untuk terlibat langsung dalam sepak bola profesional tidak pernah padam. Rooney menegaskan tidak menutup kemungkinan kembali melatih di masa depan, namun ia kini jauh lebih selektif dan sabar dalam menentukan langkah selanjutnya. “Saya tidak buru-buru. Saya akan kembali melatih jika waktunya tepat,” ujarnya dalam podcast No Tippy Tappy Football.
Tawaran Kembali ke Old Trafford dalam Peran Non-Manajerial
Kejutan muncul ketika Rooney mengungkapkan adanya komunikasi dengan pihak klub beberapa waktu lalu. Rooney mengatakan beberapa minggu lalu ia ditanya soal peluang kembali ke Manchester United dalam peran berbeda. Respons yang diberikan sang legenda pun sangat terbuka, mengisyaratkan bahwa kecintaannya pada klub jauh lebih besar daripada ambisi pribadinya untuk menjadi manajer utama di sana saat ini.
“Saya ditanya apakah akan kembali ke United dalam peran yang berbeda. Tentu saja saya akan melakukannya,” katanya dengan mantap. Pernyataan ini membuka berbagai kemungkinan peran, mulai dari duta klub, konsultan teknis, hingga pelatih khusus striker bagi tim muda atau tim utama. Mantan kapten timnas Inggris itu juga menyebut hanya ada dua klub yang sangat dekat di hatinya, yakni Everton FC dan Manchester United, yang berpotensi ia datangi kembali bukan sebagai manajer.
Meskipun antusiasme tersebut sudah terlihat jelas, Rooney tidak merinci peran yang ditawarkan di Old Trafford secara spesifik. Ketidakpastian mengenai detail posisi ini justru menguatkan dugaan bahwa manajemen sedang merancang peran khusus yang bisa memaksimalkan karisma dan pengetahuan taktis Rooney tanpa harus membebani posisi manajerial yang saat ini tengah dalam masa transisi.
Tren Keterlibatan Legenda dalam Pengembangan Pemain Muda
Langkah Manchester United untuk menarik kembali para mantan pemain hebatnya sepertinya merupakan strategi yang terukur. Keberadaan sosok senior yang dihormati di pusat latihan Carrington dipercaya mampu memberikan dampak psikologis positif bagi para pemain muda. Pola ini sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa waktu terakhir di bawah kebijakan manajemen yang baru.
Sementara itu, manajer interim MU, Michael Carrick, dilaporkan sempat meminta bantuan mantan striker klub, Dimitar Berbatov, untuk membantu pengembangan penyerang muda Benjamin Sesko. Jika Berbatov fokus pada aspek teknis penyelesaian akhir, kehadiran Rooney bisa memberikan dimensi yang lebih luas, termasuk mentalitas pemenang dan determinasi tinggi yang menjadi ciri khasnya selama membela United.
Kombinasi antara Carrick di kursi manajerial dan potensi kehadiran Rooney serta Berbatov di staf pendukung akan menciptakan ekosistem yang sangat kental dengan identitas "The United Way". Bagi pendukung setia, kepulangan Rooney bukan sekadar nostalgia, melainkan harapan akan kembalinya standar tinggi yang pernah ia tetapkan saat masih aktif bermain di lapangan hijau.